Tentang Tata Ruang Sumatera

Dear all
Blog ini merupakan Kumpulan Persoalan2 yang terkait dengan penataan ruang pulau sumatera, Jika ada yang tertarik berkontibusi untuk menjadi penulis silahkan kirimkan email ke tataruang.sumatera@yahoo.co.id. Sementara ini lagi dilakukan posting secara berkala berdasarkan arsip beberapa mailing list lingkungan yang terkait dengan konflik penataan ruang.
Tampilkan postingan dengan label Global Warming. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Global Warming. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Februari 2011

SOS Es di Kutub Selatan runtuh lagi (Dampak Bencana)

 
SOS Es di Kutub Selatan runtuh (lagi)

Saat ini, Bumi belahan selatan sedang mengalami akhir musim panas. Pada tanggal 20 Februari lalu, dua gunung es di Kutub Utara dengan luas sekitar 2.550 km² runtuh. Gunung es yang runtuh itu setara dengan luas negara Luxemburg, salah satu negara di Eropa. Pertanyaannya, jika fenomena seperti ini terus terjadi, berapa lama lagi umat manusia dapat tinggal di atas Bumi?
Selamatkan Bumi, Jadilah Vegan, Bertindaklah Hijau.

— Photos: AFP

Danger afloat: This combo shows two satellite images released on Friday from the Australian Antarctic Division of the Mertz Glacier Tongue. (Top) A 160-km spit of floating ice protruding into the Southern Ocean from east Antarctica on January 7. (Bottom) On February 20, the Mertz Glacier Tongue broke off when it was dislodged by another, older iceberg, known as B9B (at right), which split off in 1987.

http://www.france24.com/en/20100225-mammoth-iceberg-could-alter-ocean-circulation-study
http://www.hindu.com/2010/02/27/stories/2010022757422000.htm
http://www.npr.org/templates/story/story.php?storyId=12410597

Senin, 31 Januari 2011

LEI Siap Kembangkan Sistem Sertifikasi Karbon

Kapanlagi.com - Direktur Eksekutif Lembaga Ekolabel Indonesia (LEI), F Agung Prasetyo, mengemukakan bahwa pihaknya kini sedang mempersiapkan diri untuk mengembangkan sistem sertifikasi karbon di Indonesia bekerja sama dengan Departemen Kehutanan (Dephut).

Terkait hal tersebut, katanya, di Bogor, Rabu, para pemilik hak kelola hutan, baik hutan alam maupun hutan rakyat merupakan pemelihara bahan baku karbon (offset carbon) yang dapat dikelola untuk mitigasi dampak perubahan iklim dalam bentuk pengelolaan hutan yang adil dan lestari.

Minggu, 30 Januari 2011

RI Prioritaskan Penyelamatan 92 Pulau Terluar

Jakarta, (tvOne)
Pemerintah memprioritaskan penyelamatan kemungkinan hilangnya 92 pulau terluar dari ancaman kenaikan muka air laut akibat pemanasan global.
"Kalau untuk pulau-pulau terluar ada penanganan khusus. Jadi batas perairan kita tidak akan berubah karena perubahan iklim," kata Dirjen Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K) Rata PenuhDepartemen Kelautan dan Perikanan (DKP), Syamsul Maarif, di Jakarta, Senin (4/5/2009).
Ia mengatakan pemerintah akan berusaha keras mempertahankan 92 pulau terluar tersebut untuk mencegah bergesernya wilayah NKRI serta zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia.

4 Pulau di Riau Terancam Tenggelam

4 Pulau di Riau Terancam Tenggelam

Banda Haruddin Tanjung - Okezone PEKANBARU
- Sebanyak empat pulau di Riau terancam tenggelam. Hal ini disebabkan praktek eksploitasi hutan oleh perusahaan kayu PT Riau Andalan Pulp And Paper PT (RAPP).

Empat pulau yang merupakan pulau terluar yang terancam tenggelam adalah, Pulau Rangsang, Pulau Padang, dan Pulau Tebingg Tinggi yang berada di Kabupaten Meranti. Sementara Pulau Rupat, berada di Kabupaten Bengkalis.